Proses Metamorfosis Pada Kodok atau Katak

Katak merupakan salah satu hewan amfibi yang banyak di temukan, dan semua orang pasti mengenal akan hewan yang bisa loncat-loncat ini. Saat sekarang ini sudah dewasa kita kadang melihat katak atau kodok merupakan salah satu hewan yang menjijikkan, beda dengan kita saat kecil dulu yang bermain dengan kodok. Mungkin ini karena kulitnya yang berlendir. 

Katak dan kodok mereka beda, meski kadang kita sering tertukar dengan sebutan kodok atau katak, wajar-wajar aja karena mereka adalah hewan yang sama. hewan amfibi ini mereka dikelompokkan dalam ordo Anura.  Ini terdapat sedikitnya 33 keluarga dengan sekitar lebih dari 5000 spesies.

Pada umumnya kodok atau katak dapat di bedakan dengan mudah kalau anda teliti dalam melihatnya. Katak memiliki kulit yang kasar dan memiliki bintik sampai berbikul, dan sebaliknya terdapat pada kodok dia memiliki kulit yang lembab dan berlendir, kaki belakang yang panjang dengan tubuh bulat atau gempal. Walaupun hewan amfibi ini agak sedikit berbeda namun mereka memiliki metamorfosis yang sama. Hidup mereka dimulai dengan telur, kemudian kecebong, dan selanjutnya mereka akan menjadi kodok atau katak yang dewasa.
Proses Metamorfosis Pada Kodok atau Katak
Metamorfosis Pada Kodok atau Katak

Kodok atau katak mereka menempatkan telur-telurnya di dalam air atau tempat yang lembab contohnya lumut. Dalam sekali bertelur induk katak dapat menghasilkan telur sampai dengan 20000 telur ini menurut kesehatan induk dari katak atau kodok, dalam setahun mereka dapat bertelur tiga kali. Dan kemudian telur mereka akan menetas dan menjadi kecebong, ini bagikan anak ikan yang kecil-kecil dengan warnanya yang hitam. Kecebong bernafas dengan insang dalam air, dalam beberapa hari insang itu akan tertutup secara alami seiring dengan tumbuh kulitnya. Selanjutnya akan tumbuh kaki-kakinya,

Dalam beberapa minggu katak atau kodok akan tumbuh kaki-kakinya dan ekornya akan hilang dengan perlahan katak atau kodok akan memiliki paru-paru dan mereka akan tumbuh sampai menjadi dewasa dan hidup di daratan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kayu Balau Merah, Kayu Tahan Jamur

Kayu Balau Merah ( Shorea balangeran ) merupakan salah satu jenis kayu Meranti yang tumbuh di lahan rawa gambut, dan tumbuhan ini masuk...

Kirim Pesan

Nama

Email *

Pesan *